Seorang teman (sebut saja Mia) memiliki hubungan asmara dengan seorang mantan pecandu. Teman-teman yang lain terkejut dan menyayangkan hal tersebut. Mungkin itu adalah salah satu bentuk dari kekhawatiran mereka sebagai orang yang dekat dengannya.
Namun ketika Mia mengumumkan kabar gembira bahwa dia akan menikah dengan kekasihnya tersebut, seorang temannya justru bertanya "kamu yakin sama tuh anak??"
Well, well... Saya mengambil kesimpulan tidak hanya berdasarkan pertanyaan si teman kepada Mia di atas, tapi karena saya tahu cerita-cerita dan omongan-omongan lain si teman di balik punggung Mia. Dan apa sebenarnya keinginan teman-teman Mia terhadap hubungan pribadi atau pun masa depan Mia.
Namun yang ingin saya tekankan disini adalah kekecewaan saya pada tingkat kemanusiaan teman-teman Mia hingga gadis itu harus meminta kepada temannya : "Mau MINTA sama teman-teman sekalian, TOLONG dikurangi UNDERESTIMATE pada para ex-addict karena mereka juga manusia sama seperti kita!!! Aku kasihan pada orang-orang yang menganggap dirinya lebih baik atau normal dari orang lain ... Berarti orang tersebut tidak pernah benar-benar memandang manusia sebagai manusia... Once again, NOBODY IS PERFECT!!! Terimakasih."
See??? Apakah saat ini kita memang mulai menjadi manusia-manusia egois, narcistic dan yakin bahwa diri kitalah yang paling benar dan baik???
Kemudian salah seorang temannya berkata "Setuju!!! Jadi kita ini ga' ada yang normal dong???"
Jawabannya : "Ya!!! Kita manusia dengan segala permasalahan dan usaha untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ada yang berhasil, ada yang tidak. Yang tidak berhasil kemungkinan akan mendapat 'gangguan' baik secara fisik, psikis, atau tingkah laku. Sedangkan yang berhasil akan melanjutkan hidupnya. Tapi yang namanya permasalahan dalam hidup kan ga' cuma satu! Jadi, buat yang berhasil, jangan senang dulu... Bisa saja dalam permasalahan yang akan dihadapi selanjutnya justru membuat dia lebih 'terganggu' dan bahkan menjadi lebih parah!!!"
Nobody is perfect!
Sunday, December 14, 2008
Saturday, December 13, 2008
it's a little illness
Sakit magh! Ugh! Tidak ada orang yang senang disinggahi penyakit, walaupun hanya sekedar penyakit magh!
Memang terkesan sepele, cuma sakit perut akibat terlambat makan. Namun, setelah sakit perut berujung pada sakit kepala akibat asam lambung yang merambat ke kepala dan diiringi pula dengan muntah-muntah, percayalah, itu bukan lagi hal sepele.
Setelah mengalami hal diatas, aku jadi teringat seorang paman yang dahulu meninggal akibat magh blooding... (hmm... membuat jadi sedikit parno juga)
So, jika masih magh ringan, selalulah jaga pola makan anda.
Memang terkesan sepele, cuma sakit perut akibat terlambat makan. Namun, setelah sakit perut berujung pada sakit kepala akibat asam lambung yang merambat ke kepala dan diiringi pula dengan muntah-muntah, percayalah, itu bukan lagi hal sepele.
Setelah mengalami hal diatas, aku jadi teringat seorang paman yang dahulu meninggal akibat magh blooding... (hmm... membuat jadi sedikit parno juga)
So, jika masih magh ringan, selalulah jaga pola makan anda.
Friday, December 12, 2008
ibu rumah tangga
Menjadi istri yang bekerja di kantor atau ibu rumah tangga yang bisa berpenghasilan dari dalam rumah???
Apa yang kira-kira akan anda jawab jika pertanyaan tersebut dilontarkan pada anda???
Kalau aku, jelas... IBU RUMAH TANGGA YANG BERPENGHASILAN DARI DALAM RUMAH.
Karena gambaran sebagai seorang ibu dalam pikiranku adalah wanita yang mengurusi keluarga dan rumahtangganya. Bukan berarti menjadi wanita yang bekerja di kantor atau di luar rumah juga tidak baik. Hanya saja, pandangan subjektifku (apa lagi berkaitan dengan masa emas 5 tahun pertama pada anak) mengatakan bahwa keberadaan seorang ibu di sisi suami dan anak-anaknya sebagai seorang "ratu" rumah adalah sangat sangat sangat penting!!!
Kita wanita yang membangun karakter anak-anak. Kita wanita yang punya kunci agar rumah tangga dapat bertahan dan tidak berantakan...
Banyak juga rumah tangga yang oke-oke saja walaupun istrinya sibuk bekerja, namun sayang sekali jika pertumbuhan anak-anak lewat dari pengamatan kita, padahal anak bertumbuh-kembang hanya sekali, tidak dapat diputar ulang seperti kaset.
Begitu banyaak kejadian-kejadian penting yang akan kita lewatkan. Sedangkan bekerja, tetap bisa dilakukan dari dalam rumah kan??? Apa lagi zaman teknologi tinggi seperti saat ini.
Kalau masalah bersosialisasi, dalam kehidupan dewasa dini akan terjadi penyesuaian dalam perkawinan, dan dalam perkawinan terdapat penyesuaian terhadap pasangan. Nah, menurut Elizabeth B. Hurlock (1980:292) salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian terhadap pasangan adalah "PERUBAHAN DALAM POLA HIDUP". Penyesuaian terhadap pasangan berarti mengorganisasikan pola hidup, merubah persahabatan dan kegiatan-kegiatan sosial, serta merubah persyaratan pekerjaan, terutama bagi seorang istri. Walaupun penyesuaian-penyesuaian ini sering kali diikuti oleh konflik emosional.
Nah!!! Wajar kan jika kita memang harus merubah apa yang menjadi kebiasaan di masa lajang ketika kita menjadi istri atau seorang ibu... Dan kehilangan waktu bersosialisasi dengan teman-teman nongkrong yang biasanya menyita bayak perhatian kita perlahan mulai terjadi. That's so NORMAL! Karena kita sedang menapaki kehidupan yang berbeda.
Mungkin yang paling penting kita kembalikan lagi kepada tujuan hidup masing-masing. Untuk apa sih anda hidup di dunia ini???
Apa yang kira-kira akan anda jawab jika pertanyaan tersebut dilontarkan pada anda???
Kalau aku, jelas... IBU RUMAH TANGGA YANG BERPENGHASILAN DARI DALAM RUMAH.
Karena gambaran sebagai seorang ibu dalam pikiranku adalah wanita yang mengurusi keluarga dan rumahtangganya. Bukan berarti menjadi wanita yang bekerja di kantor atau di luar rumah juga tidak baik. Hanya saja, pandangan subjektifku (apa lagi berkaitan dengan masa emas 5 tahun pertama pada anak) mengatakan bahwa keberadaan seorang ibu di sisi suami dan anak-anaknya sebagai seorang "ratu" rumah adalah sangat sangat sangat penting!!!
Kita wanita yang membangun karakter anak-anak. Kita wanita yang punya kunci agar rumah tangga dapat bertahan dan tidak berantakan...
Banyak juga rumah tangga yang oke-oke saja walaupun istrinya sibuk bekerja, namun sayang sekali jika pertumbuhan anak-anak lewat dari pengamatan kita, padahal anak bertumbuh-kembang hanya sekali, tidak dapat diputar ulang seperti kaset.
Begitu banyaak kejadian-kejadian penting yang akan kita lewatkan. Sedangkan bekerja, tetap bisa dilakukan dari dalam rumah kan??? Apa lagi zaman teknologi tinggi seperti saat ini.
Kalau masalah bersosialisasi, dalam kehidupan dewasa dini akan terjadi penyesuaian dalam perkawinan, dan dalam perkawinan terdapat penyesuaian terhadap pasangan. Nah, menurut Elizabeth B. Hurlock (1980:292) salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian terhadap pasangan adalah "PERUBAHAN DALAM POLA HIDUP". Penyesuaian terhadap pasangan berarti mengorganisasikan pola hidup, merubah persahabatan dan kegiatan-kegiatan sosial, serta merubah persyaratan pekerjaan, terutama bagi seorang istri. Walaupun penyesuaian-penyesuaian ini sering kali diikuti oleh konflik emosional.
Nah!!! Wajar kan jika kita memang harus merubah apa yang menjadi kebiasaan di masa lajang ketika kita menjadi istri atau seorang ibu... Dan kehilangan waktu bersosialisasi dengan teman-teman nongkrong yang biasanya menyita bayak perhatian kita perlahan mulai terjadi. That's so NORMAL! Karena kita sedang menapaki kehidupan yang berbeda.
Mungkin yang paling penting kita kembalikan lagi kepada tujuan hidup masing-masing. Untuk apa sih anda hidup di dunia ini???
Subscribe to:
Posts (Atom)